Buku ini dibuka dengan kontras visual yang luar biasa dahsyat: runtuhnya gedung-gedung akibat bom atom di Hiroshima, sementara di pusat kota Jakarta, seekor kuda putih binal berlari kencang tanpa memedulikan sekelilingnya. Kuda putih tersebut menjadi simbol metafora dari jiwa Chairil Anwar yang liar, merdeka, dan menolak dikekang oleh aturan zaman.
Sosok "Aku" dalam buku ini sering direpresentasikan sebagai seseorang yang sederhana namun memiliki integritas tinggi. buku+aku+sumanjaya+pdf
“kalau sampai waktuku / kumau tak seorang kan merayu / tidak juga kau / tak perlu sedu sedan itu / aku ini binatang jalang / dari kumpulannya terbuang” Buku ini dibuka dengan kontras visual yang luar